Oleh : Farid Mawardi
A. Fakta tentang Menulis.
1. Hakikat Menulis adalah aktifitas memindahkan pengalaman ke dalam simbol-simbol verbal. Pengalaman apapun itu, pengalaman empirik, pengalaman membaca, pengalaman imajinatif, maupun pengalaman orang lain.
2. Menulis sejatinya adalah desakan dari dalam diri untuk mengungkapkan segala apapun yang kita lihat. Namun jika 'desakan' yang dimaksud tadi tidak ada, namun ada keinginan untuk menjadi penulis, No Problem. Apapun bisa diusahakan. Semua orang berhak mewujudkan mimpinya, selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
3. Sebuah Tulisan bisa menjadi alasan popularitas/terkenal (bahkan keabadian). Itulah mengapa banyak nama tokoh yang masih sering dikutip padahal mereka telah meninggal dunia sejak lama. Hal itu disebabkan pemikiran mereka –yang berupa tulisan- masih bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
4. menulis sebenarnya adalah pekerjaan mudah. menulis semudah mengucapkan.
5. Semakin menulis, semakin menemukan bentuk kepribadian kita yang sebenarnya.
B. Faktor Pendorong dalam Menulis
Alasan aktifitas menulis banyak sekali. Diantaranya:
1. Penasaran saat berbenturan dengan kenyataan. Maksudnya, saat kita melihat sesuatu yang ternyata sangat bertolak belakang atau tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan selama ini. Ini bisa juga karena kenyataan yang ada tidak sesuai dengan harapan.
2. Ajang curhat. Biasanya untuk yang satu ini memang kerapkali terjadi. Di kala pikiran tak menentu, sementara teman sedang tidak ada kecenderungan pada umumnya sering menggumam sendiri dan menuliskan segalanya. Pada masa sekarang banyak sekali ruang untuk menuliskan tentang pribadi kita. Apalagi dengan trend blog pribadi atau akun facebook.
3. Mengajak khalayak ramai untuk berdiskusi. Untuk yang satu ini sering ditemui di kolom-kolom opini surat kabar.
4. Refleksi hari-hari besar nasional. Namun Refleksi disini tidak mesti hari nasional. Hari keagamaan atau moment yang diketahui publik bisa menjadi faktor pendorong untuk menulis.
C. Kiat dalam Menulis
Dalam dunia penulisan, tidak ada kiat yang paten. Namun di bawah ini ada beberapa catatan yang -mungkin- bisa memberi sedikit masukan dalam menulis.
1. Memulai menulis dari hal-hal yang kecil. Hal yang kecil yang dimaksud disini adalah tentang sesuatu yang sederhana, terjadi di sekitar dan konsep idealnya kita ketahui. (atau bisa juga menulis tentang diri sendiri).
2. Sedikit merenung. Untuk menulis diperlukan sedikit waktu untuk merenung. Terutama tentang inti yang akan ditulis serta "maksud" yang tersembunyi.
3. Mulailah Secepatnya. Apa pun yang akan Anda tulis, mulailah sesegera mungkin untuk menuliskannya, jangan tunggu lama-lama. Jika suatu gagasan datang, segeralah menuliskannya walau Anda sedang enggan untuk menulis.
Lain lagi jika Anda merasa kosong dari ide, segera duduklah di depan komputer dan hentakkan jari-jemari Anda di atas papan tekan (keyboard) atau ambillah bolpoin dan selembar kertas, pasti akan ada saja ide atau gagasan yang muncul. Dengan begitu, Anda bisa segera mulai menulis.
4. Putarlah Musik. Sambil menulis, putarlah musik kesukaan Anda untuk memerlancar arus ide/gagasan Anda. Belahan otak kiri kita bekerja berdasarkan logika dan otak kanan kita bekerja berdasarkan emosi. Dengan memutar musik, otak kanan kita ikut terstimulasi sehingga bisa menghadirkan unsur emosi pada tulisan yang membuat isi tulisan lebih hidup.
5. Pilih Waktu yang Paling Sesuai. Di antara kita, ada yang menulis dengan sangat baik pada pagi hari, sementara yang lain bisa lancar menulis di keheningan malam saat orang lain tidur lelap. Ada juga seorang penulis internasional yang aktivitas menulisnya seperti kelelawar, siang untuk istirahat, sedangkan malamnya ia habiskan untuk berkarya.
Jadi, tiap pribadi punya waktu tersendiri yang paling efektif untuk menulis. Oleh karena itu, pilihlah waktu Anda yang paling dapat Anda nikmati (enjoy) untuk menulis, yang paling sesuai dengan suasana hati (mood) menulis Anda.
6. Lakukan Olahraga. Menulis -kata orang- merupakan aktivitas pikiran yang cukup menguras energi. Maka bila otak Anda sudah cukup tegang, segera keluarlah. Lakukan olahraga ringan agar otak mendapat cukup suplai oksigen sehingga pikiran Anda segar kembali.
7. Pecahkan Menjadi Bagian Kecil. Bila apa yang kita tulis merupakan sebuah proyek besar (seperti menulis sebuah buku, novel, dan sebagainya), maka pecah-pecahlah bagian yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Lalu kerjakan satu bagian pada suatu saat. Seperti memecahkan sebuah batu sebesar kepala, kita tidak mungkin menghantamnya sekaligus. Kita pecahkan satu per satu bagian kecil terlebih dahulu, pasti lama-lama semua akan terpecahkan juga.
8. Bacalah Apa Saja. Bacalah majalah, koran, novel, cerpen, lirik lagu, puisi, ensiklopedia, buku-buku nonfiksi, peribahasa, komik, atau apa saja. Hal ini dapat menambah wawasan Anda tentang kehidupan, penggunaan bahasa, dan gaya penulisan.
9. Gunakan Warna-Warna. Pada saat Anda menulis draf kasar tulisan Anda, gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap bagian atau gagasan. Hal ini akan membantu Anda untuk melihat semua bagian kertas dengan lebih baik. Warna-warna yang menarik akan mengaktifkan kerja otak kanan kita yang imajinatif sehingga kedua belah otak kita bisa bekerja secara kongruen.
10. Mencoba. Dan mencoba.
D. Macam-macam Tulisan
Secara garis besar, Karangan tulisan ada dua. Yaitu Fiksi dan Nonfiksi.
1. Karangan Fiksi, yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, dan cerita pendek (cerpen). Karangan nonfiktif berusaha mencapai taraf objektifitas (pembahasan objek) yang tinggi, berusaha menarik, dan menggugah nalar (pikiran) pembaca.
Bahasa karangan nonfiktif bersifat denotative (berkenaan dengan makna). Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik Penyajian dibarengi dengan sejarah, Bersifat imajinatif. Karangan non fiksi bisa berupa Cerita pendek, novel atau yang lainnya.
2. Karangan Nonfiksi, yaitu karangan yang disusun berdasarkan data dan fakta atau kenyataan. karangan nonfiksi bersifat logis, bahasanya baku, tidak ambigu, kalimatnya berbentuk kalimat tunggal. Ia bertujuan untuk pembuktian suatu kebenaran sehingga meyakinkan pembaca mengenai kebenaran itu.
Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca. Karangan non fiksi bisa berupa opini, artikel atau jurnal.
Tulisan ini Hanyalah pengantar. Dan yang terpenting dalam penulisan adalah menulis itu sendiri. Selanjutnya bisa dicoba secara masing-masing. Jika menulis adalah tantangan, saya pun bertanya, "BERANI MENERIMA TANTANGAN..?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar